Review Rahasia Lantai Keempat

Jika kamu menuliskan atau menemukan ulasan/review tentang RAHASIA LANTAI KEEMPAT, jangan ragu untuk memberitahu saya, ya! Saya akan menaruhnya di laman ini, berikut link ke blog/review kamu. 🙂

rlk

 

Endorsment

“Yang membuat RAHASIA LANTAI KEEMMPAT begitu mencekam adalah bagaimana Rettania berhasil menahan rahasia yang menakutkan dari pembaca dan melepaskannya perlahan-lahan, saya seperti dicekik kencang lalu diberikan sedikit ruang untuk bernapas. pembaca tidak akan tahu apa sebenarnya misteri di lantai empat sebelum tuntas membacanya, RAHASIA LANTAI KEEMPAT hanya untuk pembaca horor sejati.”
—Ade Igama, penulis Death On Camera dan penggagas akun @kisahhorror

“Begitu membaca buku Rettania, saya sudah terpesona sejak halaman awal. Bahasanya renyah. Bukan hanya itu, sebagai buku horror untuk remaja, RAHASIA LANTAI KEEMPAT menyajikan terror sejak halaman awal, hingga halaman akhir. Kengerian tersaji di setiap halamannya. Mencekam, itu hal pertama yang terbayang tiap tokoh-tokoh di dalam cerita ini mencoba untuk terus survive. Merasa ikut takut, ikut lelah, juga merasa ikut putus asa tiap kali terror di buku ini mulai menghantui. Recommended untuk dibaca siapapun, terutama bagi penggemar horror. Karena selain menggambarkan kengerian, kalian bisa menemukan apa itu arti kebersamaan.”
—Cerberus Plouton, penulis Devil’s Game dan Tujuh Hari di Villa Mencekam

“Sejak membaca halaman awal novel ini hanya satu pertanyaan yang terbersit dalam pikiran saya: apakah mereka akan kembali? Dan saya harus menuntaskan sampai halaman terakhir agar pertanyaan saya terjawab. Hasilnya, saya tidak kecewa.”
—Ruwi Meita, penulis Misteri Patung Garam, Kamera Pengisap Jiwa, dan The Cruise Chronicle

“Dilihat dari cover depannya saja langsung bikin penasaran. Apalagi setting sekolah, tempat yang selalu saja memiliki misteri tersendiri. Urban legend sekolah yang diangkat pun nggak biasa. Aku kagum dengan bagaimana cara Tania membawa pembaca makin penasaran sama teka-teki yang disuguhkan. Membaca halaman demi halaman juga membuat semakin hanyut ke dalam cerita. Mencekamnya suasana sekolah, rasa takut karena terjebak di dunia lain, dan rasa frustasi, dengan segala sosok menyeramkan yang terus mengikuti. Buku yang layak dibaca untuk penggemar horor, anak sekolah, dan juga yang pernah sekolah. Aku suka… Aku suka…”
—Ayumi Chintiami, penulis My Creepy Diary & My Creepy Diary 2

“Rahasia Lantai Keempat membawa saya kembali ke masa SMA, di mana kisah-kisah seram di sekolah selalu membuat penasaran. Dilengkapi dengan karakter-karakter yang menarik, novel ini membuat saya jatuh hati. Adegan-adegan menakutkan yang ditulis bergantian dengan adegan-adegan manis antara empat sahabat membuat novel ini memiliki rasa yang berbeda. Masukilah dunia Rahasia Lantai Keempat, dan bersiaplah untuk merinding ketakutan sekaligus gemas pada reaksi tokoh-tokohnya yang lovable.”
—Nel Falisha, penulis Rust in Pieces

 

Kata Mereka… (click to see full review!)

Saya cukup menikmati cara penulis bercerita yang to the point tapi tetap meninggalkan kesan misterius, membuat penasaran sehingga tidak bisa berhenti membaca sampai saya menemukan jawabannya.”
Sulis, blogger (http://www.kubikelromance.com/)

Tokoh – tokoh di novel ini ditampilkan sangat manusiawi. Dan ini menjadi salah satu kekuatan cerita.
—Atriablogger (http://atriadanbuku.blogspot.com/)

Jujur, saya gak expect bahwa cerita horor remaja akan sebegini menegangkannya atau saya yang tutup mata terhadap perkembangan penulis horor remaja? Wow, salut!
—Selviblogger (https://atasnamabuku.wordpress.com)

Deskripsinya sangat detail dan filmis sehingga mudah dibayangkan. Konflik interpersonal antartokoh dalam novel ini menghidupkan ceritanya. Jadi nggak berasa baca novel horor yang cuma seram doang tanpa plot.”
—Lelita P, pembaca

Suka dengan pesan persahabatan yang ada di dalam buku ini, seakan memberikan kesan bahwa yang namanya sahabat akan ada di setiap situasi, setiap keadaan.”
—Dedul Faithful, pembaca

Konflik di awal membuat pembaca tertantang untuk mengetahui apa yang terjadi selanjutnya. Kak Rettania pandai membawa pembaca untuk tidak melepaskan rasa penasaran dan ketegangan-ketegangan dalam petualangan Nikki, Fara, Randy dan Neil.
—Agatha Vonilia, pembaca

Pas baca langsung ngebayangin suasana sekolah trus tokoh-tokohnya kayak murid-murid unyu, hehehe…
—Luckty GS, pembaca

Salut buat penulisnya yang baru baca halaman pertama udah bikin merinding.
—Glenn Alexeipenulis Misteri Rumah Kosong, Second Chance & Cinta di Atas Awan

Ceritanya menegangkan dan sukses membuat penasaran hingga akhir.
—Biondy Alfianpenulis Remedy

Leave a Reply