Kenapa Memutuskan untuk Menjadi Penulis?

Editorku menanyakan itu di akun ask.fm milikku. Lalu, setelah kujawab, ternyata panjang juga jawabannya. Jadi kupikir, kenapa nggak membaginya di sini juga? 🙂

Awalnya, seperti banyak penulis lainnya, aku mulai menulis karena hobi. Aku senang berkhayal, menciptakan tokoh-tokoh di kepalaku, membayangkan seperti apa rupa mereka, sifat dan kepribadian mereka, serta hubungan antar-tokoh itu sendiri. Aku senang dengan interaksi antar-manusia, baik dari segi persahabatan, romantis, permusuhan… semuanya deh.

Dari SD hingga awal SMA, aku mencurahkannya dalam bentuk gambar. Desain karakter, desain kostum mereka, profil, hingga bentuk komik pendek. Lalu aku menyadari sesuatu: meski gambarku tidak jelek-jelek amat, aku kurang telaten untuk membuat gambar yang rapi. Aku tidak punya kesabaran untuk menggerakkan ceritaku lewat komik.

aispics

Gambar-gambar lamaku XD

 

Lalu, aku memilih outlet lain: tulisan. Aku mulai mengetik cerita-cerita yang ada di kepalaku. Tahu tidak, aku memulainya dengan menulis cerita fantasi? Yang setting-nya medieval, lengkap dengan ksatria, penyihir dan sebagainya. Seperti cerita-cerita RPG (role-playing game) yang sering aku mainkan di PS dan PS2. Kemudian aku mulai menulis dengan setting kehidupan sehari-hari. Saat itu aku masih SMA dan menyenangi teenlit, maka aku menulis percintaan remaja.

Ternyata, jalanku terbuka di sana. Selepas SMA, novel teenlit pertamaku–yang digarap sejak SMA–diterbitkan sebagai salah satu naskah terpilih pada kompetisi menulis yang diadakan salah satu penerbit. Aku mulai berpikir, mungkin menulis tidak jelek juga untukku, jadi aku melanjutkan hobi ini~

Sejak saat itu, aku sudah menulis macam-macam. Tidak hanya novel untuk diterbitkan, tapi juga role-playing di forum online, fanfiksi, dan tulisan untuk dinikmati kalangan sendiri. Aku menjajal beberapa genre. Aku menemukan passion-ku di sini, menikmati merangkai kata untuk menggambarkan pikiran atau perasaan tokohku. Aku menyayangi setiap tokoh yang kutulis. Bagiku, mereka hidup dan punya kisahnya masing-masing, dan tugasku hanyalah menyampaikan cerita mereka.

Yah, begitulah kira-kira mengapa aku menjadi penulis. Saat ini, aku hanya ingin menulis lebih banyak kisah, menciptakan banyak kehidupan dan membagi tokoh-tokohku dengan pembaca. Aku berharap, ‘anak-anakku’ nantinya akan punya tempat sendiri di hati pembacanya 🙂

2 comments

Leave a Reply