Papandayan, Here I come!

Dua tahun lalu, seorang teman perempuanku tiba-tiba jadi anak gunung. Waktu itu, aku berpikir, “Wow, hebat sekali dia.” Naik gunung, kan, repot. Berat. Susah. Butuh stamina dan jelas bukan untuk anak manja.

Saat itu aku berpikir, ah, rasanya nggak mungkin aku bisa. Aku nggak kebayang betapa repotnya mendaki gunung. Toilet gimana? Nggak mandi dong? Nanti rambutku lepek… Belum lagi medan yang berat dan harus bawa tas yang berat pula. Bisa sakit punggung.

Iya, aku memang anak manja. ;(

Lalu, beberapa bulan lalu, kami para penulis horor di Bukune dipertemukan. Editor kami mengatakan rencananya untuk membangun komunitas horor Bukune, yang akan menjadi wadah untuk penulis dan pembaca buku-buku horor dari Bukune untuk saling bertemu dan berteman. Ide yang seru, kan?

Dan entah bagaimana, ide untuk kegiatan pertama kami adalah untuk camping di gunung. Yang dipilih adalah gunung Papandayan, karena medannya (katanya) lumayan ramah buat pemula.

Papandayan Tur Misteri Penulis Horor Bukune

Aku sempat ragu. Ikut atau nggak, ya? Apa aku akan kuat? Aku kan nggak tahan dingin, sering sakit, blablabla… dan seribu satu alasan lainnya. Tapi, semakin mendekati harinya, keinginan untuk ikut juga semakin kuat.

I feel like this is something that I have to experience at least once in a lifetime.

Jadi, aku membulatkan tekad. Aku mulai mendaftar barang-barang yang kubutuhkan dan meminjam perlengkapan dari si teman perempuan yang aku sebut di awal itu. Sampai kemarin pun, aku masih suka merasa ragu, apalagi aku flu sejak hari Sabtu. Alhamdulillah hari ini sudah baikan.

Hari ini, I’m excited!

Berbekal ransel, jaket, sepatu, sleeping bag, headlamp dan sarung tangan yang semuanya pinjaman, malam ini aku akan berangkat ke Garut bersama Ry Azzura, si editor horor Bukune, beberapa penulis horor lainnya, dan pembaca terpilih. Besok, kami akan mulai pendakian.

Semoga semuanya lancar, dan semoga aku kuat!

4 comments

Leave a Reply