(Yang Katanya) Mimpi Setiap Wanita

Katanya, setiap wanita pasti bermimpi untuk menikah. Walaupun aku tahu belum tentu juga, karena aku kenal beberapa teman wanita yang tidak ingin menikah atau bahkan menganggap perikahan hanyalah semacam tuntutan sosial yang merepotkan.

Buat aku pribadi sih, mungkin ketimbang mimpi, pernikahan bagiku itu adalah suatu fase kehidupan yang sudah sewajarnya akan dilalui. Sampai usiaku yang sudah mencapai pertengahan duapuluhan pun, aku tidak pernah benar-benar memikirkan soal itu. Di saat teman-teman kantor yang sepantaran mulai membicarakan konsep pernikahan yang mereka inginkan, aku bahkan tidak pernah membayangkan pesta perikahan impianku.

Saat ini, salah seorang teman dekat sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya. Kesamaan hobi membawa kami bertemu di dunia maya. Dia adalah satu dari sedikit orang yang akan kuladeni untuk diskusi megenai hal-hal absurd di tengah malam, bahkan sampai pagi menjelang. Orang yang menemaniku begadang hampir setiap hari di suatu Desember 2011 untuk menyelesaikan proyek fanfiction. Dan sekarang, orang itu akan menikah.

Di usiaku sekarang, sebenarnya wajar saja dikelilingi oleh teman-teman yang akan dan sudah menikah. Tapi memang aku tidak pernah memperhatikan seperti apa mereka mempersiapkan pernikahannya. Baru sekarang aku ngeh betapa ribetnya mempersiapkan pernikahan, mulai dari menentukan tema atau konsep, pemilihan venue, kostum, dan banyak printilan lainnya. Pantas saja banyak yang terkena marriage blue dan stres sebelum pernikahan.

Rasa ingin tahu membawaku menjelajah dunia maya untuk melihat seperti apa sih, konsep pernikahan yang menarik? Dan dari situlah, di usia 26, baru aku terpikirkan jika aku menikah nanti, seperti apa resepsi yang aku inginkan.

Pacarku saat ini orangnya introvert dan pendiam. Dia dari awal bilang, kalau nanti kami menikah, dia tidak mau pesta besar dengan banyak undangan. Cukup keluarga dan teman-teman terdekat saja. Nah, bayanganku akan resepsi pernikahan yang aku inginkan sekarang ini cocok dengan keinginan pacarku itu. Aku sendiri tidak ingin pesta besar-besaran.

Tema yang kuinginkan mungkin lebih kepada sesuatu yang sederhana dengan banyak dekorasi handmade. Kalau melihat DIY Wedding ideas di internet, sepertinya tema ini akan menarik sekali untuk diterapkan, dan biayanya juga bisa lebih murah.Kenapa aku ingin tema DIY? Karena aku ingin sentuhan yang personal dan berkarakter. Yang sederhana tapi memorable.

Ah, buat apa juga aku membicarakan soal tema pernikahan sekarang ya? Toh aku belum ada rencana menikah dalam waktu dekat, hahaha…

But, well, a girl can dream 😉

*foto-foto dari pernikahan Ratna Ariyanti & Heru Lesmana Syafei yang diadakan 14 Februari lalu.