Nonverbal Reply

Hei kamu,
Sebenarnya aku nggak rencana menulis surat kedua ini untuk kamu lagi. Tapi apa daya, inspirasi mampet, dan kamu hari ini pakai tetiba muncul di depan rumah tanpa bilang-bilang.

Hei kamu,
Thanks for dealing with my drama for the past week.Memang beberapa hari ini aku sedang ekstra-sensitif. And I bite when I feel hurt. And I bite hard. But thanks for putting up with me anyways.

Pagi ini aku cuma mengharapkan telepon aja kok, tapi ternyata kamu malah muncul di depan rumah, nggak bilang-bilang, di saat aku belum mandi pula. Yang aku pikirkan saat aku melihatmu di depan pagar, mungkin seputar nggak percaya kamu betul-betul datang. I mean, you said it yourself, you weren’t a romantic guy, you couldn’t even use ‘aku-kamu’ up to now when we’re into our 10th month.

But I think you have it in you.

Thanks for coming today. Walaupun kamu habis jatuh dari motor tiga hari lalu dan masih lecet-lecet. Walaupun kakimu masih sedikit sakit untuk berjalan. Walaupun mama kamu akan ngomel besok pagi karena kamu sudah naik motor lagi…

Thanks for still wanting to hug me, walaupun aku belum mandi, muka dan rambut masih acak-acakan, dan nggak sewangi biasanya.

Thanks for bringing me heart-shaped chocolates, walaupun kamu nggak ngomong apapun tentang suratku semalam.

Thanks for your nonverbal reply 🙂

Tangerang, 2 Februari 2014
12:31 AM
Ditulis untuk #30HariMenulisSuratCinta 
Dan untuk kamu, tapi kali ini aku gak akan kasih link ke surat ini ya.
Maaf bahasanya campur-campur 😀