Karena Aku Perempuan

Karena aku perempuan,
Aku perasa. Aku berpikir jauh dan panjang.
Aku cemas, cemburu, bahkan pada pikiranku sendiri.
Dan kamu dihadapkan dengan drama.

Karena aku perempuan,
Aku kena PMS. Aku overthinking dan (sering kau bilang) ovary-acting.
Aku takut kehilangan. Khawatir dengan hal-hal yang kau anggap tidak penting.
Dan kamu dihadapkan dengan drama.

Karena aku perempuan,
Hatiku bereaksi lebih cepat dari otak.
Perasaanku lebih gesit ketimbang logika.
Dan kamu dihadapkan dengan drama.

Karena aku perempuan,
Aku ingin dimanja dan disayang.
Ditelepon tanpa alasan.
Digandeng saat berjalan.
Dan segala tetek-bengek yang kau anggap merepotkan.

Tapi, kamu jangan kapok ya.
Jangan kesal atau marah terlalu lama.
Jangan biarkan rasaku–
marah, takut, kesal, sakit.
–bertumpuk dan menjadi dinding diantara kita.

Ingatkan aku akan keegoisanku.
Ingatkan aku khawatirku tak beralasan.
Ingatkan aku untuk mendukungmu dan menyayangimu.
Ingatkan aku bahwa kamu menyayangi aku.

Karena aku perempuan
Yang sedang jatuh cinta.

Tangerang, 1 Februari 2014
1:28 AM.
…dan untuk kamu.