Suatu renungan di tengah malam.

Manusia itu sering di-troll sama perasaannya. Pada satu waktu, kau dibuat berpikir kau sangat menginginkan sesuatu tanpa tahu kenapa. Lalu kau mulai berusaha. Terus, terus mencoba
Berharap mendapatkannya meski kau harus menghianati prinsip dan hal-hal yang selama ini kau yakini.

Dan disaat kau bisa menggenggamnya, perlahan ia berubah. Bukan hanya perasaanmu, tetapi juga ‘sesuatu’ di dalam genggamanmu itu.

Lalu kau akan mulai bertanya. Kenapa dulu aku sangat menginginkannya? Apa yang kuharapkan darinya? Apa yang bisa kuharapkan darinya?

Is this really what I wanted?

Kau tak bisa menemukan jawaban. Yang kau tahu, kau enggan melepaskan genggamanmu–takut kehilangan hal penting yang sesungguhnya sudah berubah.

Tapi kau masih merindukannya.

Jakarta, 10 September 2013
Dalam kamar yang dibiarkan berantakan.